Dengan Menyebut Nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Ya ALLAH, Jadikanlah Segala Fikiran Tindakan dan Perbuatan Kami menjadi Ibadah Kepada-MU ya ALLAH. Amin

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

KISAH AL-JASSASAH (MATA-MATA) DAN DAJJAL




Diriwayatkan dari Amir bin Syarahil Asy-Sya’bi, bahwa ia pernah bertanya kepada Fathimah binti Qais Radhiyallahu Anha, “Beritakanlah kepadaku sebuah hadits yang pernah engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan janganlah engkau beritakan kepada orang lain.’ Fathimah menjawab, ‘Jika engkau berkehendak, saya akan memberitahukannya kepadamu.’ Amir berkata, ’Tentu aku sangat ingin mengetahuinya, beritakanlah kepadaku.’ Fathimah berkata, ‘Suatu hari aku mendengar suara muadzin Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk melaksanakan shalat berjamaah, maka aku pun berangkat ke masjid dan shalat bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Aku shalat pada shaf wanita yang ada di belakang kaum laki-laki. Ketika shalat sudah selesai, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk di mimbar sambil tersenyum, lalu beliau bersabda, “Hendaklah setiap orang tetap berada di tempat shalatnya.”

Kemudian beliau bertanya, “Tahukah kalian kenapa aku mengumpulkan kalian?”

Para shahabat menjawab, “Hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku mengumpulkan kalian bukanlah untuk suatu kabar gembira atau kabar buruk, akan tetapi aku mengumpulkan kalian karena Tamim Ad-Dari, yang dahulunya seorang laki-laki pemeluk agama Nasrani kini telah memeluk Islam dan berbai’at kepadaku. Ia telah mengatakan sesuatu yang pernah aku katakan kepada kalian tentang Al-Masih Dajjal. Ia mengisahkan perjalanannya kepadaku bahwa ia berlayar dengan sebuah kapal laut bersama 30 orang laki-laki dari kabilah Lakham dan Judzam. Kemudian mereka terombang-ambing oleh ombak selama satu bulan. Hingga mereka terdampar di sebuah pulau di tengah laut di daerah tempat terbenamnya matahari. Lalu mereka istirahat di suatu tempat yang dekat dengan kapal.

Kemudian, mereka mendarat di pulau tersebut dan bertemu dengan seekor binatang yang berbulu lebat, sehingga mereka tidak dapat memperkirakan mana ekornya dan mana kepalanya, karena tertutup oleh bulunya yang terlalu banyak.

Mereka berkata, ”Celaka, dari jenis apakah kamu ini.”

Ia menjawab, ”Saya adalah Al-Jassasah.”

Mereka bertanya, ”Apakah Al-Jassasah itu?”

Tanpa menjawab pertanyaan mereka, lalu ia berkata, ”Wahai orang-orang, lihatlah seorang laki-laki yang berada di rumah terpencil itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan informasi dari kalian!”

Tamim Ad-Dari berkata, ”Ketika ia menjelaskan kepada kami tentang laki-laki itu, kami pun terkejut karena kami mengira bahwa ia adalah setan. Lalu kami segera berangkat sehingga kami memasuki rumah tersebut, di sana terdapat seorang manusia yang paling besar (yang tidak pernah kami lihat sebelumnya) dalam keadaan terikat sangat kuat. Kedua tangannya terikat ke pundaknya, serta antara dua lutut dan kedua mata kakinya terbelenggu dengan besi.”

Kami berkata, ”Celaka, siapakah kamu ini?” Ia menjawab, ”Takdir telah menentukan bahwa kalian akan menyampaikan informasi kepadaku, maka kabarkanlah kepadaku siapakah kalian ini?”

Mereka menjawab, ”Kami adalah orang-orang Arab yang berlayar dengan sebuah kapal, tiba-tiba kami menghadapi sebuah laut yang berguncang, lalu kami terombang-ambing di tengah laut selama satu bulan, dan teradamparlah kami di pulau ini. Lalu kami duduk di tempat yang terdekat dengan kapal, kemudian kami masuk pulau ini, maka kami bertemu dengan seekor binatang yang sangat banyak bulunya yang tidak dapat diperkirakan mana ekor dan mana kepalanya karena banyak bulunya.

Maka kami berkata, “Celaka, apakah kamu ini?”

Ia menjawab, ”Saya adalah Al-Jassasah.”

Kami bertanya, ”Apakah Al-Jassasah itu?”

Tanpa menjawab pertanyaan kami, ia berkata, ” Wahai orang-orang, lihatlah seorang laki-laki yang berada di rumah terpencil itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan informasi dari kalian!”

Lalu kami segera menuju tempat kamu ini dan kami terkejut bercampur takut karena mengira bahwa ia adalah setan.”

Laki-laki besar yang terikat itu mengatakan, ”Beritakanlah kepada saya tentang pohon-pohon kurma yang ada di daerah Baisan?”[1]

Kami bertanya, ”Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?”

Ia berkata, ”Saya menanyakan apakah pohon-pohon kurma itu berbuah?”

Kami menjawab, “Ya.”

Ia berkata, “Adapun pohon-pohon kurma itu maka hampir saja tidak akan berbuah lagi.”

Kemudian ia mengatakan, ”Beritakanlah kepadaku tentang danau Tiberia.”

Mereka berkata, ”Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?”

Ia bertanya, ”Apakah ia masih tetap berair?”

Mereka menjawab, “Airnya masih banyak.”

Ia berkata, “Adapun airnya, maka hampir saja akan habis.”

Kemudian ia berkata lagi, “Beritakanlah kepada saya tentang mata air Zugar.”[2]

Mereka menjawab, “Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?”

Ia bertanya, ”Apakah di sana masih ada air dan penduduk di sana masih bertani dengan menggunakan air dari mata air Zugar itu?”

Kami menjawab, “Benar, ia berair banyak dan penduduknya bertani dari mata air itu.”

Lalu ia berkata lagi, “Beritakanlah kepadaku tentang nabi yang ummi (tidak bisa tulis baca), apa sajakah yang sudah ia perbuat?”

Mereka menjawab, “Dia telah keluar dari Makkah dan bermukim di Yatsrib (Madinah).”

Lalu ia bertanya, “Apakah ia diperangi oleh orang-orang Arab?”

Kami menjawab, “Ya.”

Ia bertanya, “Apakah yang ia lakukan terhadap mereka?”

Maka kami memberitahukan kepadanya bahwa Nabi itu telah menundukkan orang-orang Arab yang bersama dengannya dan mereka menaatinya.”

Lalu ia berkata, “Apakah itu semua telah terjadi?”

Kami menjawab, “Ya.”

Ia berkata, “Sesungguhnya adalah lebih baik bagi mereka untuk menaatinya dan sungguh aku akan mengatakan kepada kalian tentang diriku. Aku adalah Al-Masih Dajjal, dan sesungguhnya aku hampir saja diizinkan untuk keluar. Maka aku akan keluar dan berjalan di muka bumi dan tidak ada satu pun negeri kecuali aku memasukinya dalam waktu 40 malam selain Makkah dan Thaibah, kedua negeri itu terlarang bagiku. Setiap kali aku ingin memasuki salah satu dari negeri itu maka aku dihadang oleh malaikat yang ditangannya ada pedang berkilau dan sangat tajam untuk menghambatku dari kedua negeri tersebut. Dan di setiap jalan-jalan yang ada di kota Madinah terdapat malaikat yang menjaganya.”

Fathimah berkata, ”Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda sambil menghentakkan tongkatnya di atas mimbar, ”Inilah Thaibah, inilah Thaibah, inilah Thaibah (maksudnya kota Madinah). Bukankah aku sudah menyampaikan kepada kalian tentang hal itu?” Para shahabat menjawab, ”Benar.” Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Saya tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Tamim Ad-Dari, karena ia bersesuaian dengan apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian tentang dia (Dajjal) dan tentang Madinah dan Makkah. Ketahuilah, tempatnya (Dajjal) terletak di laut Syam atau laut Yaman. Ia datang dari arah timur, dari arah timur, dari arah timur.” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengisayaratkan tangannya ke arah timur. Fathimah berkata, “Hadits ini yang saya hafal dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.”

HR. Muslim

___________________________

[1] Baisan merupakan kota yang terletak di sebuah lembah yang berada di sebelah barat telaga Yordan, tepatnya di sebelah barat daya Tiberia.

[2] Zugar adalah salah satu desa di negeri Syam yang terletak di daerah pantai laut mati. Ibnu Al-Atsir mengatakan, “Zugar adalah mata air yang ada di negeri Syam yang berada di tanah yang subur.” Sebagian pendapat ada yang menyebut laut mati dengan danau zugar, yang disandarkan kepada oasis yang ada di dekat laut itu.

Sumber

MENGENAL SAHABAT ABDULLAH BIN ABBAS R.A


tahajud2
Abdullah bin Abbas adalah sahabat kelima yang banyak meriwayatkan hadist sesudah Sayyidah Aisyah, ia meriwayatkan 1.660 hadits. Dia adalah putera Abbas bin Abdul Mutthalib bin Hasyim, paman Rasulullah dan ibunya adalah Ummul Fadhl Lubabah binti harits saudari ummul mukminin Maimunah (Isteri Rasulullah, ed).

Sahabat yang mempunyai kedudukan yang sangat terpandang ini dijuluki dengan Informan Umat Islam. Beliaulah asal silsilah khalifah Daulat Abbasiah. Dia dilahirkan di Mekah dan besar di saat munculnya Islam, di mana beliau terus mendampingi Rasulullah sehingga beliau mempunyai banyak riwayat hadits shahih dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam .

Beliau ikut di barisan Ali bin Abi Thalib dalam perang Jamal dan perang Shiffin. Beliau ini adalah pakar fikih, genetis Arab, peperangan dan sejarah. Di akhir hidupnya dia mengalami kebutaan, sehingga dia tinggal di Taif sampai akhir hayatnya.

Abdullah lahir tiga tahun sebelum hijrah dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mendoakannya “Ya Allah berilah ia pengertian dalam bidang agama dan berilah ia pengetahuan takwil (tafsir)”.

Allah mengabulkan doa Nabi-Nya dan Ibnu Abbas belakangan terkenal dengan penguasaan ilmunya yang luas dan pengetahuan fikihnya yang mendalam , menjadikannya orang yang dicari untuk di mintai fatwa penting sesudah Abdullah bin Mas’ud, selama kurang lebih tiga puluh tahun.

Tentang Ibnu Abbas, Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah berkata :

”Tak pernah aku melihat seseorang yang lebih mengerti dari pada Ibnu Abbas tentang ilmu hadits Nabi Shallallahu alaihi Wasallam serta keputusan-keputusan yang dibuat Abu Bakar , Umar , dan Utsman.“

Begitu pula tentang ilmu fikih , tafsir , bahasa arab , sya’ir , ilmu hitung dan fara’id. Orang-orang suatu hari menyaksikan ia duduk membicarakan ilmu fiqih, satu hari untuk tafsir, satu hari lain untuk masalah peperangan, satu hari untuk syair dan memperbincangkan bahasa Arab. Sama sekali aku tidak pernah melihat ada orang alim duduk mendengarkan pembicaraan beliau begitu khusu’ nya kecuali kepada beliau. Dan setiap pertanyaan orang kepada beliau, pasti ada jawabannya”.

Menurut An-Nasa’i, sanad hadits Ibnu Abbas paling Shahih adalah yang diriwayatkan oleh az-Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah, dari Ibnu abbas. Sedangkan yang paling Dhaif adalah yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Marwan as-Suddi Ash-Shaghir dan Al-Kalabi, dari Abi Shalih. Rangkaian ini disebut silsilah Al-Kadzib (silsilah bohong).

Ibnu Abbas mengikuti Perang Hunain, Thaif, Penaklukan Makkah dan haji wada’. Ia menyaksikan penaklukan Afrika bersama Ibnu Abu as-Sarah. Perang Jamal dan Perang Shiffin bersama Ali bin Abi Thalib.

Ia wafat di Thaif pada tahun 68 H. Ibnu al-Hanafiyah ikut menshalatkannya.

Sumber

SAHABAT ABU SA’ID AL-KHUDRI R.A




Abu Sa’id Al-Khudri adalah orang ke-tujuh yang banyak meriwayatkan hadist dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Beliau Telah meriwayatkan 1.170 hadits. Orang-orang pernah memintanya agar mengizinkan mereka menulis hadits-hadits yang mereka dengar darinya. Ia menjawab “ Jangan sekali-kali kalian menulisnya dan jangan kalian menjadikan sebagai bacaan, tetapi hafalkan sebagaimana aku menghafalnya”.

Abu Sa’id lebih dikenal dengan nama aslinya adalah Sa’ad bin Malik bin Sinan. Ayahnya Malik bin Sinan syahid dalam peperangan Uhud, Ia seorang Khudri nasabnya bersambung dengan Khudrah bin Auf al-Harits bin al-Khazraj yang terkenal dengan julukan “Abjar”.

Ketika perang Uhud pecah ayahnya (Malik) membawanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan meminta agar anaknya diikutkan dalam peperangan. Pada waktu itu Jabir masih berusia 13 tahun, namun ayahnya menyanjung kekuatan tubuh anaknya: ”Dia bertulang besar ya Rasulullah” tetapi, Rasulullah tetap menganggapnya masih kecil dan menyuruh membawanya pulang.

Abu Sa’id al-Khudri adalah salah seorang diantara para sahabat yang melakukan bai’at kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam mereka berikrar tidak akan tergoyahkan oleh cercaan orang dalam memperjuangkan agama Allah Subhanahu wa ta’ala, mereka tergabung dalam kelompok Abu Dzarr al-Ghifari, Sahl bin Sa’ad, Ubaidah bin ash Shamit dan Muhammad bin Muslimah.

Abu Sa’id al-Khudri bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dalam perang Bani Musthaliq, perang Khandaq dan perang perang sesudahnya, secara keseluruhan ia mengikuti 12 kali peperangan.

Riwayatnya dari para sahabat lain banyak sekali namun sumber yang paling terkenal adalah bapaknya sendiri Malik bin Sinan, saudaranya seibu Qatadah bin an-Nu’man, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Abu Musa al-Asy’ari, Zaid bin Tsabit dan Abdullah bin Salam.

Sedangkan orang orang yang meriwayatkan hadits darinya adalah anaknya sendiri Abdurahman, istrinya Zainab bin Ka’ab bin Ajrad, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abu Thufail, Nafi’ dan Ikrimah.

Abu sa’id membawa putranya Abdurahman ke tanah pemakaman Baqi, dan berpesan agar ia nanti dimakamkan di bagian jauh dari tempat itu. Katanya: “ Wahai anakku, apabila aku meninggal dunia kelak, kuburkanlah aku disana, Jangan engkau buat tenda untuku, jangan engkau mengiringi Jenazahku dengan membawa api, Jangan engkau tangisi aku dengan meratap-ratap, dan jangan memberitahukan seorangpun tentang diriku”.

Kemudian ia beliau wafat pada tahun 74 H

Radhiyallahu ‘anhuma.

Sumber

MANA TANGISAN OBAMA ATAS RIBUAN ANAK MUSLIM YANG DIBUNUH AMERIKA?


obamawh

Tiba-tiba saja suasana Gedung Putih menjadi hening. Obama sejenak menahan nafas untuk melanjutkan pidatonya atas penembakan terhadap 20 anak-anak di Sekolah Sany Hook, di Connecticut, Amerika Serikat. Ia kemudian menangis, air matanya bercucuran karena tahu mayoritas korban tewas berusia antara usia 5 sampai 10.

“Jalan hidup mereka masih sangat panjang di depan mata,”  imbuhnya sambil menyeka air matanya.

Entah kapan terakhir kali Obama menangis. Presiden dari Partai Demokrat itu memang jarang mencucurkan air mata. Yang jelas, jika anda search di Google dengan kata kunci “Obama Menangis”, tidak akan ada satu link-pun melainkan tertuju pada peristiwa kelam di Sandy Hook. Padahal daftar kekejian AS kepada anak-anak telah menjadi rahasia umum, bahkan bagi warga negeri Paman Sam sendiri.

Seorang anak muda Pakistan berusia 28 tahun pernah berang ketika tahu Obama kembali terpilih dalam pemilu presiden. Ia mengatakan Obama telah merampas nyawa ayah, tiga saudara dan keponakannya, dalam serangan pesawat tak berawak (Drone) AS di desanya di Waziristan Selatan. Serangan itu terjadi satu bulan setelah Obama pertama kali menjabat.

Hal sama juga dirasakan oleh Haji Abdul Jabar. Ayah dari seorang anak yang tewas akibat agresi AS di Pakistan itu mengatakan bahwa kebijakan Obama sebenarnya diarahkan terhadap Islam dan Muslim, bukan yang lain.

“Setiap kali dia memiliki kesempatan, Obama akan menggigit Muslim seperti ular. Lihatlah berapa banyak orang yang telah dibunuh dengan serangan pesawat tak berawak miliknya,” katanya berang.

Obama sendiri tidak memberikan indikasi bahwa ia akan menghentikan atau mengubah kampanye Drone di Pakistan dan beberapa negara muslim lainnya.Pembunuhan warga sipil Pakistan, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam serangan udara telah membuat tegang hubungan antara Islamabad dan Washington, yang mendorong para pejabat Pakistan untuk mengirim peringatan kepada pemerintah AS atas serangan tersebut.

November lalu, kasusnya juga hampir sama. Kali ini korbannya adalah para remaja Afghanistan. Serangan Drone AS habis membom-bardir Distrik Baraki Barak, Provinsi Logar, Afghanistan Timur dengan merenggut nyawa tiga remaja muslim di bawah 16 tahun.  Sebelumnya, serangan serupa juga pernah terjadi pada pertengahan Oktober di Provinsi Helmand, barat daya Afghanistan, saat itu empat bocah ingusan meregang nyawa. Ya, mereka dibom oleh Drone AS lewat policy war on terrorism Obama di Afghanistan.

Entah sudah berapa ribu anak-anak muslim di belahan dunia ini yang memiliki kisah bagaimana mereka pernah berhadapan dengan panasnya timah Amerika. Tawa, canda, suka ria mendadak lenyap berganti luka, cacat, dan tubuh membujur kaku. Kesempatan mereka untuk menikmati masa kecilnya telah direnggut oleh kebiabadan atas nama perang melawan kebangkitan Islam dari Presiden bernama lengkap Barrack Hosein Obama.

Hingga kini bocah-bocah Palestina juga bernasib sama. Mereka hidup dalam bayang-bayang dukungan Amerika menyuplai Israel dalam sisi senjata. Anda mungkin pernah menyaksikan Film Tears of Gaza, di mana telinga seorang bocah Palestina terganggu saat shalat mendengar suara Drone AS mengawang-ngawang memecah langit Gaza.

AS memang mitra sejati Israel. Bagi Obama, menyerang Israel sama dengan menurunkan wibawa Amerika. Tidak heran meski 600 anak Palestina tewas dalam agresi Zionis ke Gaza Desember 2008 hingga Januari 2009, tak ada satupun rasa simpati dari Obama atas hilangnya nyawa manusia. Tidak ada pidato, tidak ada belasungkawa, apalagi airmata. “Mereka (Israel) berhak membela diri,” kata Obama enteng seperti dikutip islampos.com.

Sumber

Alat untuk Mengeluarkan Otak Tertinggal dalam Tengkorak Mumi


Alat mengeluarkan otak yang digunakan oleh pembalsem mumi pada masa Mesir kuno telah ditemukan bersarang di tengkorak mumi perempuan yang diperkirakan dibuat sekitar 2.400 tahun yang lalu.


Mengeluarkan otak adalah prosedur mumifikasi Mesir yang menjadi populer sekitar 3.500 tahun yang lalu dan tetap digunakan pada masa berikutnya.

Mengidentifikasi alat kuno yang digunakan pembalsem untuk mengeluarkan otak sangatlah sulit, dan peneliti mencatat, ini adalah kedua kalinya alat tersebut dilaporkan ada di dalam tengkorak mumi.

Penemuan
Terletak di antara tulang parietal kiri dan bagian belakang tengkorak, yang telah diisi dengan resin, benda itu ditemukan pada 2008 melalui serangkaian CT scan. Peneliti kemudian memasukkan endoskop (tabung tipis sering digunakan untuk prosedur medis) ke mumi untuk melihat lebih dekat dan akhirnya melepaskan resin yang tersangkut.

"Kami memotongnya dengan penjepit melalui endoskopi dan kemudian membuangnya dari dalam tengkorak," ujar pemimpin peneliti Dr. Mislav Cavka, dari University Hospital Dubrava di Zagreb, Kroasia, dalam sebuah wawancara dengan LiveScience.

Mereka menemukan sebuah obyek sepanjang lebih dari 8 cm yang mungkin digunakan untuk mencairkan dan mengeluarkan otak. "Alat ini hampir pasti telah digunakan dalam excerebration [pembuangan otak] dari mumi," ujar Cavka.

Instrumen itu dimasukkan melalui lubang di tulang ethmoid dekat hidung. "Beberapa bagian [otak] akan terlilit di tongkat itu dan bisa ditarik keluar, dan bagian lain akan dicairkan," kata Cavka.

Mumi Mesir kemudian ditengkurapkan dan cairannya dikeluarkan melalui lubang hidung. "Ini adalah kesalahan pembalsem yang meninggalkan tongkat itu dalam tengkorak," ujar Cavka, seraya menambahkan alat itu mungkin telah rusak dan terpisah selama prosedur mumifikasi.

Kecelakaan pembalseman yang malang bagi mumi kuno itu telah memberikan peneliti artefak yang sangat langka. Tim Cavka menunjukkan makalah mereka yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal RSNA RadioGraphics,  satu-satunya tongkat untuk mengeluarkan otak mumi yang ditemukan pada 2.200 tahun yang lalu.

"Mungkin di museum Mesir ada bukti lain, tetapi mereka tidak ditemukan di dalam tengkorak," sehingga sulit untuk mengidentifikasi artefak seperti alat untuk mengeluarkan otak, ujar Cavka.

Mumi tersebut saat ini berada di Museum Arkeologi di Zagreb, Kroasia, dan mumi itu adalah seorang wanita yang meninggal pada usia sekitar 40 tahun. Mumi itu dibawa ke Kroasia pada abad ke-19 tanpa peti mati, dan tidak diketahui lokasi ditemukannya mumi tersebut di Mesir. Penanggalan radiokarbon dan CT scan pada mumi itu mementukan tanggal pembuatan mumi itu adalah sekitar 2.400 tahun yang lalu. Penyebab kematiannya tidak diketahui.

Wawasan baru
Tongkat itu cukup rapuh dan tim tidak bisa melakukan analisis menyeluruh seperti yang mereka harapkan. Di bawah mikroskop, para ahli botani menemukan bahwa alat itu terbuat dari tumbuhan di kelompok Monocotyledon, yang mencakup bentuk kelapa dan bambu.

Yang paling menarik adalah ketika para peneliti membandingkan penemuan mereka dengan catatan kuno pembuangan otak yang dibuat oleh penulis Yunani, Herodotus, pada abad ke-5 SM. Seorang pengunjung di Mesir, mengatakan tentang bagaimana cara mengeluarkan otak (sebagaimana yang diterjemahkan oleh AD Godley, Cambridge, Harvard University Press, 1920 melalui Perseus Digital Library):

"Setelah menyepakati harga, pengantar jenazah pergi, dan pekerja ditinggalkan sendirian di tempat kerja mereka untuk membalsem jenazah. Jika mereka melakukan hal ini dengan cara yang paling sempurna, pertama mereka menarik keluar bagian dari otak melalui lubang hidung dengan kait besi, dan menyuntikkan obat tertentu ke dalam jenazah."

Penemuan baru-baru ini menunjukkan sebuah tongkat organik, bukan "kait besi" yang digunakan dalam setidaknya beberapa prosedur, mungkin karena alasan ekonomi. Para peneliti mencatat bahwa alat yang ditemukan dalam tengkorak mumi lainnya, berasal dari 2.200 tahun yang lalu, juga terbuat dari bahan organik.

"Diketahui bahwa mumifikasi secara luas dipraktikkan di seluruh peradaban Mesir kuno, tapi itu adalah praktek yang memakan waktu dan mahal. Dengan demikian, tidak semua orang mampu untuk melakukan prosedur mumifikasi yang sama," tulis para peneliti dalam jurnal mereka.

Sumber