Dengan Menyebut Nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Ya ALLAH, Jadikanlah Segala Fikiran Tindakan dan Perbuatan Kami menjadi Ibadah Kepada-MU ya ALLAH. Amin

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Gua-gua Bersejarah



Gua memegang peranan penting dalam sejarah manusia. Sejak jaman Neanderthal saat seniman perupa purba hingga kisah-kisah dalam kitab suci juga sering melibatkan keberadaan gua.

Sebagai lubang alami yang cukup besar dan dalam, selain jadi tempat berlindung, gua juga menjadi situs penting dalam kebudayaan. Seperti misalnya 7 gua bersejarah di bawah ini:


1. Petra, Yordania







Gua Petra, sebagai satu dari 7 keajaiban dunia memiliki pola aristektur yang sangat indah. Tak heran, lokasi ini pernah dipakai untuk setting film Indiana Jones.

Dibangun di dalam lereng Gunung Hor, Petra berkembang selama zaman Romawi, tetapi tidak diketahui oleh dunia barat sampai 1812 ketika ditemukan oleh penjelajah Swiss, Johann Ludwig Burckhardt. Lebih dari 800 monumen dapat dilihat di Petra, termasuk makam,tempat mandi, ruang pemakaman dan kuil.




2. Al-Hijr, Saudi Arabia

  


Situs arkeologi ini terletak di Al-Ula, daerah Madinah Arab Saudi. Sebagai situs warisan dunia dari Arab, gua Al-Hijr atau dikenal juga dengan Mada'in Saleh menjadi gua terbesar setelah Petra.

Gua ini disebutkan sebagai tempat Tsamud dan kaumnya yang menyembah berhala ingin membunuh Nabi Saleh, sehingga Tsamud dihukum oleh Allah Azza Wa'jalla.



3. Rock-Hewn Churches of Lalibela, Ethiopia
  




Struktur yang diukir dari batu paling menakjubkan  adalah gereja-gereja Lalibela, Ethiopia. 11 batu dipahat masing-masing dengan atap di permukaan tanah. Pada abad ke-12, Raja Lalibela ditugaskan gereja-gereja dengan tujuan menciptakan Yerusalem Baru bagi mereka yang tidak bisa melaksanakan ziarah ke kota aslinya. Yang terbesar dari antara batu ukiran tersebut berdiri setinggi 40 meter.


 
4. Abu Simbel Nubian Monuments, Egypt

  
Gua ini merupakan kuil Abu Simbel di Nubia. Terletak di tepi barat Danau Nasser, sekitar 230 km sebelah barat daya dari Aswan. Kompleks gua kuil ini bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO yang dikenal sebagai "Monumen Nubia,"

Dibuat pada masa pemerintahan Firaun Ramses II di abad ke-13 SM, sebagai monumen abadi untuk dirinya dan Ratu Nefertari. Selain sebagai peringatan kemenangan dalam pertempuran Kadesh (menurut versi Firaun), juga untuk mengintimdasi negara tetangganya, Nubia.

Pada tahun 1968, kompleks kuil dipindahkan agar tak terendam selama proses pembuatan waduk Nasser setelah dibangunnya Bendungan Aswan. Sebagai satu dari situs warisan dunia, gua kuil ini jadi daya tarik bagi wisatawan.



5. Cappadocia Cave Houses, Turkey
 
  


Pada masa Herodotus, Kappadokia menduduki wilayah Gunung Taurus hingga Euxine (Laut Hitam). Pada masa pra-helenistik, wilayah ini jadi tempat bermukim orang Persia, Asyur (Siria) dan Yunani. Barulah saat kesultanan Bizantium berkuasa, orang Turki menjadi penduduk mayoritas di wilayah ini.

Cappadocia memiliki pemandangan paling aneh dan menarik di dunia. Tanah, batu kerdil fitur formasi batuan tufa 'vulkanik aneh disebut sebagai 'Fairy Chimneys' serta kota-kota bawah tanah.


 
6. Ancient Rock City of Matera, Italy



Matera mungkin jadi salah satu kota kuno yang penuh pesona di dunia. Terletak di wilayah Basilicata di tenggara Italia. Matera adalah contoh yang unik dari tradisi budaya dan peradaban zaman Neolitik. Kota tua yang diciptakan dari jurang berbatu.

Gua-gua alam banyak terdapat Matera, dan menjadi rumah saat jaman Neolitik. Kemudian, Matera dikembangkan oleh penduduknya selama berabad-abad dengan gaya arsitektur yang mengikuti kondisi alam.



7. Yungang Grottoes, China






Gua Yungan terletak di Kota Datong, Provinsi Shanxi, yang merupakan satu dari tiga gua terpenting di Cina selain Gua Longmen dan Gua Mogao. Dimulai pada tahun 450 M pada zaman Dinasti Wei Utara, Gua Yungang memiliki 252 gua dan 51.000 patung berciri khas agama Buddha dari abad 5 dan 6 M.

Gua ini memiliki sejarah yang panjang. Mulai dibangun setelah Dinasti Jin turun tahta, maka kota Datong (dulu dikenal dengan Pingcheng) maka Notrhtern Wei (Wei Utara) mengambil alih dan mulai membangun gua ini.

Namun gua-gua pasir ini mengalami pelapukan berat, sehingga pada era Dinasti Liao, mengadakan pembaharuan. Walau akhirnya hancur lagi oleh api 60 tahun kemudian. Di tahun 1621, selama awal pemerintahan Dinasti Qing, beberapa konstruksi kayu tersisa diselamatkan - kini bisa terlihat berdiri di depan gua ke 5 dan ke 6.


Sumber

Alat untuk Mengeluarkan Otak Tertinggal dalam Tengkorak Mumi


Alat mengeluarkan otak yang digunakan oleh pembalsem mumi pada masa Mesir kuno telah ditemukan bersarang di tengkorak mumi perempuan yang diperkirakan dibuat sekitar 2.400 tahun yang lalu.


Mengeluarkan otak adalah prosedur mumifikasi Mesir yang menjadi populer sekitar 3.500 tahun yang lalu dan tetap digunakan pada masa berikutnya.

Mengidentifikasi alat kuno yang digunakan pembalsem untuk mengeluarkan otak sangatlah sulit, dan peneliti mencatat, ini adalah kedua kalinya alat tersebut dilaporkan ada di dalam tengkorak mumi.

Penemuan
Terletak di antara tulang parietal kiri dan bagian belakang tengkorak, yang telah diisi dengan resin, benda itu ditemukan pada 2008 melalui serangkaian CT scan. Peneliti kemudian memasukkan endoskop (tabung tipis sering digunakan untuk prosedur medis) ke mumi untuk melihat lebih dekat dan akhirnya melepaskan resin yang tersangkut.

"Kami memotongnya dengan penjepit melalui endoskopi dan kemudian membuangnya dari dalam tengkorak," ujar pemimpin peneliti Dr. Mislav Cavka, dari University Hospital Dubrava di Zagreb, Kroasia, dalam sebuah wawancara dengan LiveScience.

Mereka menemukan sebuah obyek sepanjang lebih dari 8 cm yang mungkin digunakan untuk mencairkan dan mengeluarkan otak. "Alat ini hampir pasti telah digunakan dalam excerebration [pembuangan otak] dari mumi," ujar Cavka.

Instrumen itu dimasukkan melalui lubang di tulang ethmoid dekat hidung. "Beberapa bagian [otak] akan terlilit di tongkat itu dan bisa ditarik keluar, dan bagian lain akan dicairkan," kata Cavka.

Mumi Mesir kemudian ditengkurapkan dan cairannya dikeluarkan melalui lubang hidung. "Ini adalah kesalahan pembalsem yang meninggalkan tongkat itu dalam tengkorak," ujar Cavka, seraya menambahkan alat itu mungkin telah rusak dan terpisah selama prosedur mumifikasi.

Kecelakaan pembalseman yang malang bagi mumi kuno itu telah memberikan peneliti artefak yang sangat langka. Tim Cavka menunjukkan makalah mereka yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal RSNA RadioGraphics,  satu-satunya tongkat untuk mengeluarkan otak mumi yang ditemukan pada 2.200 tahun yang lalu.

"Mungkin di museum Mesir ada bukti lain, tetapi mereka tidak ditemukan di dalam tengkorak," sehingga sulit untuk mengidentifikasi artefak seperti alat untuk mengeluarkan otak, ujar Cavka.

Mumi tersebut saat ini berada di Museum Arkeologi di Zagreb, Kroasia, dan mumi itu adalah seorang wanita yang meninggal pada usia sekitar 40 tahun. Mumi itu dibawa ke Kroasia pada abad ke-19 tanpa peti mati, dan tidak diketahui lokasi ditemukannya mumi tersebut di Mesir. Penanggalan radiokarbon dan CT scan pada mumi itu mementukan tanggal pembuatan mumi itu adalah sekitar 2.400 tahun yang lalu. Penyebab kematiannya tidak diketahui.

Wawasan baru
Tongkat itu cukup rapuh dan tim tidak bisa melakukan analisis menyeluruh seperti yang mereka harapkan. Di bawah mikroskop, para ahli botani menemukan bahwa alat itu terbuat dari tumbuhan di kelompok Monocotyledon, yang mencakup bentuk kelapa dan bambu.

Yang paling menarik adalah ketika para peneliti membandingkan penemuan mereka dengan catatan kuno pembuangan otak yang dibuat oleh penulis Yunani, Herodotus, pada abad ke-5 SM. Seorang pengunjung di Mesir, mengatakan tentang bagaimana cara mengeluarkan otak (sebagaimana yang diterjemahkan oleh AD Godley, Cambridge, Harvard University Press, 1920 melalui Perseus Digital Library):

"Setelah menyepakati harga, pengantar jenazah pergi, dan pekerja ditinggalkan sendirian di tempat kerja mereka untuk membalsem jenazah. Jika mereka melakukan hal ini dengan cara yang paling sempurna, pertama mereka menarik keluar bagian dari otak melalui lubang hidung dengan kait besi, dan menyuntikkan obat tertentu ke dalam jenazah."

Penemuan baru-baru ini menunjukkan sebuah tongkat organik, bukan "kait besi" yang digunakan dalam setidaknya beberapa prosedur, mungkin karena alasan ekonomi. Para peneliti mencatat bahwa alat yang ditemukan dalam tengkorak mumi lainnya, berasal dari 2.200 tahun yang lalu, juga terbuat dari bahan organik.

"Diketahui bahwa mumifikasi secara luas dipraktikkan di seluruh peradaban Mesir kuno, tapi itu adalah praktek yang memakan waktu dan mahal. Dengan demikian, tidak semua orang mampu untuk melakukan prosedur mumifikasi yang sama," tulis para peneliti dalam jurnal mereka.

Sumber

Dibalik Kisah sukses LIEM SIOE LIONG


Lahir sebagai Lin Shao-liang, anak kedua dari tiga bersaudara ini mengikuti jejak abangnya, Liem Sioe Hie, yang sudah mendarat di Jawa sembilan tahun lebih awal.

Ketika Jepang datang, ia mulai berdagang minyak kacang kecil- kecilan di Kudus, Jawa Tengah. Kemudian mencoba nasib sebagai penyalur cengkeh di kota sigaret kretek itu. Lalu, datanglah nasib baik serentak dengan saat pecahnya Revolusi 1945. Liem membantu Republik, yang membutuhkan banyak dana melawan Belanda. Seiring dengan kemenangan Indonesia, maka usaha Liem yang membantu tentara Republik yang membutuhkan banyak barang-barang makin berhasil.

Dengan kekuatan networking yang telah dibinanya sejak Indonesia belum merdeka makin lama bisnis Liem makin menggurita. Liem juga dikenal dekat dengan banyak pejabat Indonesia. Sukses Liem Sioe Liong merupakan bukti bahwa kekuatan networking yang dibina dengan tekun bisa merubah nasib orang dari miskin menjadi kaya. Liem pindah ke Jakarta pada 1951, dan mulai mengembangkan usahanya. Mula-mula ia mendirikan pabrik sabun, kemudian pabrik paku, ban sepeda, pengilangan karet, kerajinan, dan makanan. Ia juga bergerak di bidang pengusahaan hutan, bangunan, perhotelan, asuransi, perbankan, bahkan toko pakaian.

Pada tahun 1969, Oom Liem bersama Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, yang belakangan disebut sebagai The Gang of Four, mendirikan CV Waringin Kentjana. Oom liem sebagai chairman dan Sudwikatmono sebagai CEO. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan, ekspor kopi, lada, karet, tengkawang dan kopra serta mengimpor gula dan beras.Tahun 1970 kelompok ini mendirikan pabrik tepung terigu PT Bogasari dengan modal pinjaman dari pemerintah.

Kemudian tahun 1975 kelompok ini mendirikan pabrik semen PT Indocement Tunggal Perkasa. Setelah itu, The Gang of Four ditambah Ciputra mendirikan perusahaan real estate PT Metropolitan Development, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Selain itu, Oom Liem juga mendirikan kerajaan bisnis bidang otomotif di bawah bendera PT Indomobil. Bahkan merambah ke bidang perbankan dengan mendirikan Bank Central Asia (BCA).

Krisis ekonomi 1998 merupakan pukulan hebat bagi kerajaan bisnis keluarga Salim. Korbannya yang paling besar adalah BCA yang berpindah ke keluarga Hartono (pemilik Djarum). Perlahan namun pasti keluarga Salim yang kini dibawah komando Anthony Salim (putra Sudono Salim) mampu bangkit pasca krisis 1998.

Sumber