Dengan Menyebut Nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Ya ALLAH, Jadikanlah Segala Fikiran Tindakan dan Perbuatan Kami menjadi Ibadah Kepada-MU ya ALLAH. Amin

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Keajaiban Sedekah, Cerita Nyata Pak Husni


Pasangan Pak Husni dan Ibu Juriyah tinggal di satu desa di kawasan perkebunan teh milik PT..Nusantara. di Cianjur. Mereka adalah pasangan suami istri dimana Pak Husni bekerja sebagai buruh tani sedangkan Ibu Juriyah bekerja sebagai guru swasta di Sekolah Dasar.

Di sekeliling tempat tinggal mereka, berdiri beberapa rumah yang rata-rata sebagai karyawan perusahaan perkebunan, sebagian ada yang berprofesi sebagai pedagang roti, bekerja di toko bangunan bahkan ada yang sebagai karyawan serta pejabat di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Keluarga Husni adalah keluarga harmonis, dia termasuk keluarga terpandang yang semua kebutuhan mereka dapat terpenuhi dengan baik. Mereka tidak pernah kekurangan sama sekali dalam hal sandang, pangan dan papan. Bahkan mereka juga tidak pernah terlambat dalam hal menyumbang kegiatan sosial, baik berupa kerja bakti maupun iuran sosial yang harus merogoh kantong saku sendiri.

Dalam hal semua jenis iuran sosial, keluarga Husni termasuk yang paling mendahulukan. Kondisi ini berbeda dengan para tetangga mereka yang notebane adalah orang kaya dengan aktivitas dan keuangan yang tergolong lancar dan berlebih. Tapi itulah anehnya, yang mampu-mampu justru kebanyakan absen dan tidak pernah mengisi iuran kegiatan sosial seperti pembangunan Masjid, perbaikan jalan maupun sarana umum yang lain.

Hal ini juga sama dengan tetangga lainnya yang bekerja sebagai salah satu pimpinan unit pada salah satu kantor Badan Usaha Milik Negara dengan tunjangan gaji yang bisa mencapai di atas 10 juta rupiah. Ya mungkin dalam hal pengelolaan keuangan rumah tangga tidak bisa melihat dari sisi luarnya saja. Bisa saja dengan gaji seperti itu mungkin tetap belum cukup.

Suatu saat Ibu Juriyah sedang sibuk membersihkan halaman rumahnya sedangkan Pak Husni sibuk menyiangi pohon mangganya yang sangat rimbun. Seorang nenek tua tiba-tiba datang sembari berkata pada Ibu Juriyah. "Penghuni rumah ini tidak akan kekurangan harta selama hidupnya". Nenek tua itu secara spontan mengucapkan kata-kata tersebut di depan Ibu Juriyah dan lantas ia pergi begitu saja tanpa penjelasan. Sebaliknya Ibu Juriyah sama sekali tidak mengerti maksud dan ucapan Nenek tua yang tidak dikenalnya itu.
Cerita itu bukan dongeng atau legenda, tetapi ini adalah kenyataan yang dialami keluarga Pak Husni. Bahkan Ibu Juriyah juga telah meyakinkan hal itu kepada saudaranya bahwa keluarganya selalu diberi kemudahan harta dan ketentraman berkeluarga sejak menempati rumah miliknya selam puluhah tahun. Keluarga Pak Husni memang selalu diberi keberkahan rejeki karena kebaikan-kebaikan yang selalu diberikan kepada orang lain.

Pak Husni dan Ibu Juriyah selalu menyisihkan setiap hasil panennya untuk zakat dan sedekah. Bahkan mereka tidak pernah melewatkan kesempatan untuk sedekah. Siapapapun yang datang apalagi ia sampai menyampaikan kehendak hatinya untuk meminta uang, ia langsung memberikan apapun yang mereka miliki di rumah itu tanpa banyak komentar. Tidak heran jika Pak Husni tidak pernah mengalami kesulitan keuangan, makanan dan sebagainya. Hal yang sering dilakukan yang menurut tetangganya adalah menengok tetangganya yang sakit baik sakit ringan maupun sakit berat. Bahkan mereka tidak canggung untuk membawa keluarga si sakit ke rumah sakit dengan membiayai semua biaya perawatan dan pengobatannnya.

Suatu ketika Pak Husni sedang dalam perjalanan menjenguk sanak keluarganya yang berada di Wonosobo dan di Jogjakarta, tiba-tiba dia ditelpon oleh seorang tetanggannya yang bernama Mang Daim. Pada saat yang sama laki-laki itu memerlukan uang tebusan untuk menolong nyawa istrinya yang hampir tidak tertolong sehabis melahirkan. Karena Mang Daim memerlukan biaya besar untuk keperluan medis di rumah sakit swasta. Biaya yang diperlukan kurang lebhih 30 juta untuk bisa mengambil istri dan buah hatinya karena operasi cesar yang telah dilakukan oleh istri Mang Daim itu.
Akhirnya Pak Husni langsung pulang, sesampainya di rumah Pak Husni langsung menuju rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit dia sempat kebingungan karena tidak membawa uang yang cukup untuk menebus obat dan membayar biaya perawatan istri Mang Daim. Kemudian Pak Husni bergegas pulang. Selama perjalanan dia berpikir " Dari mana uang sebesar itu ya Alloh? Gumamnya dalam hati.

Atas saran istrinya Pak Husni langsung menuju ke rumah saudara iparnya." Saya perlu uang sekarang minimal 30 juta". saudara ipatnya menyetujuinya tetapi dengan tenggang waktu yang tidak masuk akal. "Tidak boleh lebih dari 3 hari. Jika lebih dari 3 hari maka tanahmu menjadi milik saya." Kata saudara iparnya itu.

Ketika semua biaya perawatan dan pengobatan sudah terbayar, maka istri Mang Daim bisa dibawa pulang. Betapa bahagianya Mang Daim beserta keluarganya karena bisa membawa pulang istri dan buah hati mereka.
Suasana yang dirasakan Mang Daim berbeda denga suasana hati Pak Husni, "30 juta?, dari mana saya dapat mengembalikan itu dalam waktu 3 hari?, dari mana saya bisa mendapat uanh sebanyak itu? kalau tidak bisa mengembalikan berarti tanah dan sawah saya akan hilang?" Hati Pak Husni demikian gelisah.
Bi-idznillah atas kekuasaan Alloh SWT, ternyata kegelisahannya terjawab dalan waktu yang sangat cepat. Saat bangun tidur di pagi hari, dia mulai dibayangi berbagai kecemasan. Demikian juga saat siang dan sore.

Bahkan saat adzan maghrib berkumandang hatinya semakin gelisah karena waktunya untuk mengembalikan pinjaman akan segera berakhir. Dihari ketiga setelah menunaikan shalat maghrib dia berdoa "Ya Alloh, mudahkanlah segala urusan yang menyempitkan hati dan kehidupan saya. "Ya Alloh, berilah jalan yang mudah, baik dan cepat untuk menyelesaikan seluruh hutang saya" Demikian doa Pak Husni sambil menangis, dia sudah tidak ada jalan keluar lagi kecuali dicurahkannya isi hatinya kepada yang maha Hidup, uang 30 juta tidaklah mungkin datang begitu saja tanpa pertolongan Alloh SWT.

Diluar perkiraan, Alloh SWT ternyata mengabulkan doa Pak Husni dengan melapangkan berbagai kesulitan yang sedang dihadapinya. Malam itu selepas shalat isya Pak Husni Kedatangan tamu seorang saudagar kaya. Pak Husni sendiri tidak mengenali tamunya, yang dia tahu bahwa tamunya berkendaraan mobil mewah yang sangat mencolok kalau masuk kampung Pak Husni. "Kedatangan saya ini pertama silaturahmi, yang kedua saya mempunyai kelebihan uang dan silahkan bapak pakai dengan tidak usah memikirkan pengembalianya.

Saya dulu itu sebeltulnya pernah ditolong Bapak, saat itu saya tidak mempunyai tiket dalam perjalanan dari Jakarta ke jogjakarta dan berkat pertolongan Bapak saya tidak jadi diturunkan di tengah perjalanan." cerita saudagar itu. "Subhanalloh,, saya sendiri sudah lupa peristiwa itu lhoPak?" Timpal Pak Husni. "Justru saya teringat terus dengan Bapak, saya juga tidak tahu alamat bapak, tapi dengan niat tulus ingin silaturahmi ya saya cari-cari alamat bapak di Cianjur ini, berkat Alloh SWT-lah saya bisa berjumpa kembali dengan Bapak." Muka Pak Husni agak berkaca-kaca, Allloh sangatlah dekat, terutama dekat dengan orang-orang yang dekat dengan-Nya.

Setelah tamunya pulang Pak Husni langsung bergegas ke rumah saudara iparnya itu. Alangkah kagetnya setelah membuka amplop besar dari tamunya, rupanya isi amplop tidak hanya 30 juta rupiah tapi malahan 50 juta rupiah. Jumlah itu diketahui setelah Pak Husni menghitung sejumlah 30 juta untuk membayar hutang, tidak tahunya kok uangnya masih sisa begitu banyak.
Pak Husni hanya berdoa agar dapat membayar hutang sejumlah 30 juta, tapi Alloh SWT memberinya 50 juta.

Sumber

Kisah Abu Saif Permalukan Mossad di Jalanan Amman


Saat itu tanggal 25 September 1997, seperti biasa, Khalid Misy’al berangkat menuju kantornya di Syamiyah Pusat, Amman. Seperti rutinnya, pengamanan untuk salah satu aktivis Hamas ini tidak istimewa, hanya dua pengawal yang menemani.

Namun, tidak seperti hari-hari sebelumnya, Khalid melihat ada yang tidak beres di perjalanan menuju kantornya waktu itu.

Ia amati ada sebuah mobil yang terus mengikutinya, sejak ia meninggalkan rumah. Biasanya, kalau ada hal-hal yang mencurigakan Khalid akan memberitahu pengawalnya, namun kali ini tidak.
Sebelum mobil sampai di kantor, mobil yang sejak lama menguntit segera mendahului. Lalu keluarlah dua laki-laki berwajah asing dengan kacamata hitam.  Mereka mendekati mobil dimana Khalid masih berada di dalamnya.

Kewaspadaan laki-laki yang pernah mendalami fisika di Universitas Kuwait ini semakin tinggi tatkala melihat wajah mereka berdua tampak gelisah.

Ia memilih keluar dengan perlahan-lahan ke arah belakang mobil untuk menghindari mereka. Benar apa yang telah diperkirakan sebelumnya, dua orang itu tiba-tiba melakukan penyerangan dan sempat menyuntikkan racun berbahaya ke telinganya.

Mereka kabur dengan anggapan bahwa operasi telah sukses, tanpa menyadari bahwa Abu Saif, pengawal Khalid yang menaiki mobil lain mengejar mereka. Namun, kedua pria asing itu berhasil memasuki mobil yang telah menunggunya di lokasi yang berjarak 300 meter dari tempat kejadian perkara (TKP), di dekat restoran At Tsarawat.

Abu Saif, tidak melepaskan sasarannya begitu saja. “Naluri perburuan” pengawal yang satu ini sangat baik. Ia berhasil mencegat mobil yang melintas pertama kali, dan meminta sopirnya membantu melakukan pengejaran. Ia terus mengikuti mobil musuh hingga di jalan-jalan pemukiman.

Rupanya, yang diikuti tidak menyadari hal itu. Di jalan Madinah Munawwarah, kedua orang yang diburu itu keluar menuju mobil lainnya yang telah menunggu mereka. Saat itulah Abu Saif muncul, dan pergulatan terjadi.

Agen Mossad lainnya yang berada di mobil sontak kabur bersama mobil mereka, ditengarai mereka mencari perlindungan di Kedutaan Israel yang hanya berjarak 1 kilometer dari TKP.

Kini hanya tinggal dua agen. Mereka menghadapai Abu Saif tanpa menggunakan senjata api, namun salah satu dari mereka menggunakan pisau, dan berhasil melukainya.

Orang-orang yang ada di sekitar tempat itu berkumpul, setelah melihat ada keributan. Abu Saif mengatakan bahwa ia sedang berkelahi dengan anggota Mossad yang hendak membunuh Khalid.

Mereka kemudian ikut membantu. Akhirnya, nasib kedua agen mirip pelaku kriminal jalanan yang tertangkap massa. Bertepatan pula, seorang perwira Tentara Pembebasan Palestina (PLA) ada di lokasi. Dialah yang membawa kedua pelaku ke kantor polisi di Wadi Seir. Abu Saif menjelaskan apa yang telah terjadi kepada aparat.

Kemudian ia segera menghubungi Khalid bahwa kedua agen Mossad itu telah tertangkap. Saat itu, Khalid mengamankan diri di kantor Biro Politik. Tak lama kemudian pihak Hamas menyiarkan peristiwa itu ke Agence France Press (AFP).

Pihak intelijen Yordania awalnya menyangkal berita, bahkan Menteri Informasi menyebutkan bahwa kejadian itu adalah keributan kecil antara Khalid dan beberapa turis Kanada.

Menteri Informasi Yordania menyebut agen Mossad itu sebagai turis dari Kanada, karena, memang, seperti diceritakan oleh mantan Direktur Mossad Danny Yatom,  beberapa agen mossad yang ditugasi untuk membunuh Misy’al itu menggunakan paspor palsu Kanada.

Dan, parahnya lagi, meski menggunakan paspor (palsu) Kanada, tapi mereka tidak mahir berbahasa Inggris. Kata Yatom, ini sebuah kebodohan yang paling tolol. (baca: Mossad Gagal Habisi Pemimpin Hamas Khalid Misy’al/salam-online/26 Muharram 1434/10 Desember 2012).

Namun, otoritas Yordania akhirnya mengakui bahwa yang tertangkap adalah agen Mossad. Khalid Misy’al pun memperoleh perawatan khusus atas instruksi langsung dari Raja Husein.

Israel Menanggung Malu Misi Pembunuhan yang berantakan itu. Netanyahu sendiri menginginkan operasi itu tenang, tanpa ada ledakan peluru maupun  bom karena terikat perjanjian Wadi Arab tahun 1994.

Karena sudah terbuka kedoknya, Israel terpaksa mengirimkan obat penawar racun. Khalid mampu melewati masa kritisnya setelah tiga hari tidak sadarkan diri.Raja Husein memainkan perannya. Ia terus menekan Israel hingga terjadi pengepungan terhadap Kedutaan Israel oleh Militer Yordania. Sebab, dianggap menyembunyikan agen lainnya.

Netanyahu bersama penjahat perang Ariel Sharon pun mengunjungi Yordania dengan maksud meminta maaf. Namun, Raja Husein enggan menemui mereka. Ia hanya mengutus Putra Mahkota Hasan untuk menerima mereka.

Tekanan terus berlanjut, hingga sampai pada tuntutan pembebasan pendiri dan pemimpin Hamas Syaikh Ahmad Yasin dari penjara Israel yang hendak menahannya seumur hidup, yang kemudian ditukar dengan kedua agen yang telah tertangkap tadi.

Saat Raja Husein mengunjungi Khalid yang masih terbaring di rumah sakit Husein Medical City, Khalid bertanya mengenai Syaikh Ahmad Yasin. Raja Husein mengatakan bahwa Syaikh Yasin akan datang pada malam itu juga.

Benar, setengah jam kemudian, tepatnya pada pukul 02:00 Khalid melihat sebuah helikopter dengan Syaikh Ahmad Yasin di atas kursi roda di dalamnya. Beliau tinggal di Yordania selama sepekan hingga proses pertukaran dengan dua anggota Mossad yang tertangkap dilakukan.

Setelah itu, Syaikh Yasin diterbangkan ke Gaza. Operasi pembunuhan yang dianggap bisa melemahkan Hamas ini telah berbalik menjadi serangan tanpa ampun terhadap Israel.

Pasca peristiwa itu, nama Hamas semakin berkibar, sebagaimana digambarkan Paul McGeough, seorang jurnalis Australia dalam bukunya, ”Kill Khalid”. Sedangkan mental Israel sendiri jatuh, bagaikan negara yang “kalah perang”.

Pada Selasa, 24 Februari  1998, akibat kegagalan operasi Mossad itu, Danny Yatom menghadap PM Netanyahu, untuk menyampaikan pengunduran dirinya dari jabatan sebagai Direktur Mossad.

Sumber

Islam Bertambah, Kristen Berkurang di Inggris


Menurut data sensus terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris, setiap bulannya ratusan warga Inggris masuk agama Islam, sehingga Islam menjadi agama yang paling cepat berkembang di Inggris dan Wales.

Dari data sensus tersebut, menunjukkan bahwa jumlah populasi kristiani di Inggris mengalami penurunan 11% (4,1 juta) selama dekade terakhir, dari 37,3 juta orang pada tahun 2001 menjadi 33,2 juta pada tahun 2011, sementara pada saat yang sama Jumlah populasi Muslim mengalami
peningkatan hingga 80% (1,2 juta), dari 1,5 juta pada tahun 2001 menjadi 2,7 juta pada 2011, hal ini menjadikan Agama Islam sebagai agama terbesar kedua di Inggris.

Terlebih lagi, beberapa analisis percaya bahwa jumlah sebenarnya dari Muslim Inggris mungkin jauh lebih daripada yang dilaporkan oleh data sensus, karena kemungkinan banyak dari warga Inggris yang enggan mengungkapkan mereka adalah muslim.

Otoritas pemerintah mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah mualaf terjadi di Penjara, hal itu disebabkan khutbah dan advokasi oleh umat Islam disamping meningkatnya ketidakpuasan terhadap kristen.

Dalam kasus apapun, semua indikator menunjukkan pertumbuhan umat Islam yang sangat signifikan di Inggris, sementara jumlah kristiani terus berkurang, tercatat terdapat 18 ribu gereja telah ditutup. Diperkirakan peningkatan jumlah umat Islam di Inggris akan berlanjut hingga 2021 dan jumlahnya akan melompat mencapai 10% dari total penduduk.

Sumber

Bangsa Mongol Penyebar Islam yang terlupakan



Jika membaca sejarah, selama ini Bangsa Mongol sering identik sebagai penghancur kejayaan dinasti Abbasyiah di Baghdad.

Para ahli sejarah mempunyai banyak perbedaan pendapat tentang siapa dari kerajaan Mongol yang lebih dulu masuk Islam, yang pasti bukan Genghis Khan. Ada yang berpendapat Chagatai Khan (putra kedua Genghis, penguasau transoxania), Hulagu Khan (Penakluk Baghdad) atau Karachar Nevian (Panglima Perang Chagatai).

Kita sampingkan saja siapa yang Islam pertama kali dari Dinasti Mongol. Setelah sukses menaklukan Baghdad dan mendirikan kerajaan-kerajaan otonom di wilayah yang ditaklukan. para raja kerajaan
otonom ((Genghis membagi Kerajaannya bagi tiga putranya) ) tadi banyak yang masuk Islam dan memutuskan hubungan dengan Mongol Pusat. Tokoh yang terkenal jelas si Timur Lenk (Tamerlane).

Masa-masa akhir Dinasti Abbasyiah adalah
masa kesesatan, jauh dari apa yang disebut akhlaqul Islamiyah. Perbudakan manusiawi dan secara bertahap mulai dihapuskan oleh Rasulullah dan sahabatnya, malah kembali dilestarikan pada masa ini dengan perbudakan yang tidak manusiawi. Perdagangan yang jujur sudah tidak ada lagi, bahkan pedagang asal Baghdad terkenal akan kelicikanya pada masa itu. Menarik “jizyah” (upeti) seraya mengancam akan membumi hanguskan. dll

Ada perbedaan pendapat di kalangan sejarawan, tentang alasan kenapa bengis- nya Hulagu Khan dalam menaklukan Baghdad. Ada yang berpendapat karena “dendam” persia yang mengalir dalam darah istri kesayanganya, tapi ini juga banyak yang meragukan karena panjangnya masa yang terbentang dari penaklukan Persia (th. 661.M) ke penaklukan Baghdad (th.1258)

Teori kedua adalah masalah ekonomi. Beberapa kali dalam transaksi perdagangan, Persia mongol yang dipimpin Hulagu selalu dikadali pihak Baghdad sehingga menimbulkan kerugian yang besar. Di dalam negeri pun (kekuasaan Abbasyiah saat itu sudah menyempit hanya seputar Iraq) Khalifah Mus’tasim juga dibenci penduduknya karena tinggi-nya pajak. Sehingga beberapa daerah otonom mendeklarasikan kemerdekaanya.

Teori kedua ini diperkuat dengan sebuah lukisan bagaimana Hulagu Khan memperlakukan si Khalifah yang ditaklukannya. Sang Khalifah di penjara bersama harta kekayaannya, seperti ingin menertawakan kegilaan harta si Sultan Musta’sim.

Setelah sukses menghancurkan Baghdad, Pasukan Hulagu juga sukses meruntuhkan
Damaskus tapi akhirnya ditumpas ketangguhan pasukan Dinasti Ayyubiyah asal Mesir.

Sampai sekarang perdebatan tentang Agama apa yang dianut oleh Hulagu juga cukup menarik disimak. Ada yang berpendapat kristen sebagaimana agama Ibu dan Istrinya, tapi proses pemakamanya menggunakan ritual Buddha.

Teori bahwa dia beragama Buddha mungkin lebih dipercaya, karena ketika perang Salib III berakhir dengan kekalahan di pihak Eropa, dia menawarkan bantuan dengan langsung menulis surat kepada Paus dan Raja-raja Eropa (th.1262M), tapi ditolak. Mungkin dia dianggap kafir karena non kristen, padahal
klo bantuanya diterima, semua Kesultanan “Arab Saracen Muslim” pasti tamat

#KONTROVERSI TIMUR LENK
Disaat banyak ulama muslim menghujat kebengisan Timurlenk, Ibnu Khaldun salah seorang ulama ternama muslim, malah memuji Timurlenk dengan mengatakan “Disaat banyak pemimpin muslim terlena oleh harta dan melupakan penyebaran Islam, Timurlenk datang meneruskan kerja penyebaran Islam”

Orang Mongol satu ini memang terus menjadi kontroversi dalam sejarah,
terutama bagi yang tidak memahami kondisi sosial dunia Arab abad pertengahan. Arab pada masa itu telah kembali ke dalam apa yang disebut masa “jahiliyyah”. Islam sudah tidak lagi dijunjung,
melainkan diinjak-injak atas nama keluarga, kesukuan, madzhab dan demi kekuasaan. Hal inilah yang menanamkan kebencian nyata dalam diri Timurlenk
pada ras Arab dan selalu menjaga ke- steril-an pasukannya dari orang Arab.

Terlahir dari keturuan Genghis Khan dari pihak Ibu (Putri dari Chagatai Khan), Kakeknya Chagatai Khan adalah penguasa Chagatai Khanate. Emperium Mongol ketika itu dibagi menjadi beberapa daerah federal yang bebas tapi tetap tunduk pada kekuasaan presiden utama di Mongol pusat yang bergelar “The Great Khan”. Kakek dari pihak bapak Timurlenk (Tamerlane) adalah panglima perang Chagatai Khan bernama Karachar Nevian.

Tahun 1260, setelah kematian Mongke Khan (Great Khan ke-5 sebelum Kubilai Khan) Chagatai Khannate menyatakan putus hubungan dengan mongol pusat dan berdiri Independent karena perbedaan prinsip agama. Timurlenk sendiri sukses naik ke tampuk pimpinan pada tahun 1370 M. Tapi dia hanya mengangkat dirinya sebagai Panglima Besar dan mengangkat Sultan-sultan Chagatai sebagai gubernur saja.

Setelah itu, 35 tahun hidupnya dihabiskan untuk mempersatukan dunia Islam yang tercerai-berai, para sejarawan sering menulisnya sebagai penaklukan, tapi Timurlenk dalam memoarnya dengan tegas membantah:
"I am not a man of blood; and God is my witness that in all my wars I have never been the aggressor, and that my enemies have always been the authors of their own calamity
Saya bukanlah pembantai, dan biarlah Tuhan sebagai saksiku bahwa dalam setiap perang saya tidak pernah menjadi penakluk, dan para musuhku lah yang telah menulis bencana mereka sendiri"

Bila membaca sejarah secara adil, mungkin kita bisa memahami “kebengisan” Timurlenk. Profil ke-muslim-an Timurlenk tidak main-main. Sejak kecil dia dididik dalam pemahaman Islam yang sangat kuat, bahkan sudah hafal Qur’an sejak usia 10tahun. Sebagian sejarawan berpendapat bahwa dia seorang Syiah tapi melihat profil pendidikan ke-islam-an yang banyak dipengaruhi Madzhab Hanafi, dia adalah seorang Sunni.

Tapi profil Timurlenk menurut Ibnu Khaldun lebih menarik disimak. Timurlenk adalah pribadi yang sangat toleran terhadap perbedaan tapi mudah marah ketika melihat ada seorang yang mempermasalahkan perdebatan, apalagi jika kemudian terjadi perang antara sesama muslim hanya karena perbedaan khilafiyah dan perebutan kekuasaan, Timurlenk tidak akan pernah mengampuni hal-hal sepele seperti ini.

Keteguhan dan kebengisan tekad Timurlenk dalam menyiarkan faham toleransi dan persatuan Islam bisa dilihat dari proses penaklukan Dinasti Ilkhanid di Iran. Tahun 1335-1384 terjadi perang saudara perebutan kekuasaan di Dinasti Ilkhanid setalah Sultan Abu Sa’id meninggal Dunia. Tahun 1385 dia memimpin 200ribuan pasukan untuk proses stabilisasi politik dan menempatkan Sultan bayangan untuk memungut upeti sebagai pengganti biaya perjalanan pasukan.

tahun 1387 terjadi pemberontakan atas kekuasan TimurLenk dan menolak membayar upeti. Karuan saja Timurlenk marah, lalu melakukan pembantaian massal pada pasukan pemberontak yang sudah terkepung. Sejarah mencatat ada hampir 70.000 kepala manusia yang terpenggal lalu ditempatkan pada 28 menara benteng, di setiap menara terdapat 1500-an kepala.

Perhatian pada penyebaran Islam juga sangat tinggi. Salah satu contohnya adalah alasan TIMUR LENK menginvasi Kesultanan Delhi di India. Menurut sejarawan Cambridge, alasan utama adalah terlalu minimnya upaya Islamisasi yang dilakukan oleh Delhi karena banyaknya sogokan dari kaum Hindu India pada Sultan.

Setelah menaklukan Delhi, garnisun pasukan Turki ternyata menerima suap dari penduduk Hindu agar lebih terjamin keamanannya diluar jizyah (upeti resmi) yang sudah ditetapkan oleh Timurlenk. Karena ketahuan, penerima suap (Pasukan Turki) dan para peyuapnya dijatuhi hukuman penggal kepala.

Garnisun Tukri berkekuatan 15.000 pasukan menolak, memberontak, menjarah dan memaksapenduduk Hindu untuk bergabung berperang melawan Timurlenk. Karuan saja disikat habis dengan korban mencapai 100.000 orang. Kejadian ini menyebabkan hubunganya dengan Dinasti Turki Utsmaniyah tidak harmonis.

Ketika akhirnya menaklukan sebuah kerajaan, ilmuwan dan Ulama setempat langsung dibawa ke Samarkand (Uzbekistan) untuk dimuliakan. Kemanapun Timurlenk pergi dalam rombonganya selalu terdapat Ulama untuk membimbing pasukanya, dan memasukkan pemahaman Islam pada daerah taklukanya. Tidak mengherankan, bila dikemudian hari daerah (wilayah Asia Tengah sampai Asia Selatan) memiliki toleransi yang hebat dalam memaknai perbedaan.

Ada kisah menarik tentang kuburan Timurlenk, saat Uzbekistan dikuasai Soviet. Seorang arkeolog Soviet Mikhail Mikhaylovich Gerasimov nekad menggali kuburan Timurlenk dan merekonstruksi tulang- tulangnya untuk mendapatkan gambaran wajah. Dia mengindahkan tulisan di peti mati
(Siapa yang pernah membuka makamku, akan melepaskan penyerbu yang lebih mengerikan daripada aku)
dan 2 hari kemudian Nazi German meluncurkan Operasi Militer bersandi Barbarosa menyerang Soviet. Dan setelah kemenangan Soviet di Perang Stalingard, jasad kerangka Timurlenk dikubur kembali dengan ritual Islam.

Sumber

Di Usia 91 Tahun Wanita Prancis Ini Menyatakan Masuk Islam


TIDAK ada batas usia untuk bertobat dan kembali kepada Allah. Bahkan orang yang sudah tua renta pun bisa mendapatkan hidayah Allah sehingga bisa memeluk Islam di akhir senja usianya.

Hal tersebut di alami oleh seorang nenek tua Prancis, berusia 91 tahun, yang di usia tuanya baru menyatakan masuk Islam setelah melihat perlakuan umat Islam terhadap dirinya yang sudah tua renta tersebut sangat baik. Dia memilih nama “Nur” setelah cahaya Islam menembus hatinya.

Nur berbicara tentang perjalanannya masuk Islam ketika anak-anaknya memutuskan untuk menempatkan dia di panti jompo, namun tetangga muslimnya bernama
Muhammad Maddah, justru meminta dirinya untuk tinggal di rumahnya agar bisa dilayani oleh keluarganya terutama karena keluarganya telah mengenal Nur sejak 40 tahun yang lalu.

Menjalani hidup bersama dengan keluarga Muhammad, Nur bisa menemukan hubungan manusia yang indah di antara anggota keluarganya, di mana mereka melakukan shalat bersama dan ada saling mengasihi dan menghormati antara yang muda dengan yang lebih tua begitu juga sebaliknya, dan Nur melihat semua itu dan merasakannya.

Keluarga Muslim tetangganya tersebut berusaha untuk mengikuti contoh dari Nabu Muhammad saw, yang hal itu tidak dia rasakan ketika bersama dengan keluarga Prancisnya.

Pada bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan pengampunan, Nur merasakan adanya cahaya aneh keimanan dalam hatinya, yang merupakan awal dari kecenderungan dirinya terhadap Islam sampai akhirnya ia menyatakan untuk masuk Islam. Alhamdulillah

Sumber